(The note in the cold morning while drink cappucino and read Supernova)
Tolong di komen ya... ^^Kutipan Puisi Supernova: Petir by Dewi Lestari..Engkaulah kilatan cahaya yang meyapulenyapkan segala jejak dan bayangEngkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia menderaEngkaulah terang yang ku dekap dalam gelap saat Bumi bersiap diti untuk selamanya lelapAndai kau sadar arti pelitamuAndai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmuTak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan akuKarena kita satuAndaikan kau tahu
Postingan ini bukanlah sebuah ajaran atau himbauan, apalagi saran. Karena saran hanya patut diberikan oleh mereka yang tidak melakukannya lagi. Sedangkan aku masih menjadi objek sekaligus subjek.
Anggap saja aku sebagai "antara". Sebagai pengamat. Yang memberikan cermin dari 2 sisi. Terlihat sama. Tapi sesungguhnya sangat berlawanan.
Inilah langkah-langkah saat kau mulai menjadi fangirl. Seorang fans untuk artis atau public figure:
Choi Siwon, dia terlalu sempurna untuk dijadikan sebagai manusia. Sebagai fansnya saja, aku berusaha mencari-cari kekurangannya. Karena, ku rasa tidak mungkin Tuhan menciptakan manusia sesempurna itu. Fisik, hati, kekayaaan, semuanya dikantongi oleh Siwon. Aku merasa tidak benar jika harus mengaguminya. Tapi, dengan tidak tahu diri hatiku dan egoku terus saja mengambil alih. Aku telah jatuh...
"Siapa suruh jatuh cinta??" Kira-kira begitulah logika ku memarahi hatiku yang tidak bisa ku kontrol. Tapi, hatiku membantah, "Tidak pernah ada yang meyuruhku, semuanya terjadi begitu saja. Mungkin, karena kami memang ditakdirkan bersama." Lalu, logika ku dengan gemas menjawab." Natural seperti saat dia meninggalkan mu sekarang? Itu maksudmu dengan takdir? Ayolah, jangan tutup matamu. Dia tidak mungkin mencintaimu dengan cara seperti itu."
Terlalu panjang dialognya antara 2 hal yang selalu bertolak belakang dalam tubuhku ini.
Yah, mana bisa hatiku salah? Aku kan juga punya hak untuk merasakan. Untuk mencintai dan dicintai. Sedangkan logikaku, dia hanya berguna saat aku mengerjakan Matematika, Sejarah, atau Geografi. Tapi, dia terkadang juga berguna untuk menyelesaikan masalah. Oh Tuhan, aku benar-benar lelah berharap.
Dia memberiku harapan, aku menerimanya, namun pada satu titik, aku ingin mengujinya. Dan ternyata, seperti sebelumnya, I ruined everything....
AAARRGGHHH...!!
Inginnya aku mengutuk emosiku yang terkadang tak bisa ku bendung. Mau bagaimana lagi, semua ini memang aku.......................
Siapapun, tolong, akku hanya ingin dicintai...
Ah, bodohnya aku....
To the lady who took my heart I promise eternally. Shimmering to the eyes in the beautiful dream.
Copyright 2009 - Fairy Tale At Night
Blogspot Theme designed by: Ray Creations, Ray Hosting.